STT Setia

SEJARAH

Foto Sejarah

Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta saat ini berusia 39 tahun. Hadir di tengah bangsa Indonesia berbagain dalam mencerdaskan masyarakat Kristen yang terpinggriskan. Sejak berdirinya SETIA sudah meluluskan lebih dari 10.000 alumni yang tersebar di seluruh tanah air. SETIA Jakarta menjadi arsitek lahirnya 39 STT yang tersebar dari sabang sampai Merauke. Semangat ini dikobarkan pertama kali oleh seorang pemuda Bernama Matheus Mangentang yang berasal dari desa Sriti di kota Palopo, Sulawesi Selatan sejak tahun 1987

1987 - 1988

Sebagai seorang pemuda yang telah menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan, Matheus Mangetang menemukan bahwa masih banyak gereja-gereja yang belum memperhatikan orang-orang Kristen di pelosok-pelosok Indonesia. Berangkat dari pengalaman menjadi pengajar di beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi akhirnya pada tahun 1987 tepatnya 11 Mei, STT SETIA terbentuk, dengan nama awalnya SEMINARI THEOLOGIA INJILI ARASTMAR. Matheus Mangentang bersama rekan-rekan pelayan Tuhan memiliki kerinduan untuk mendidik pemuda-pemudi melayani gereja-gereja di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil yang masih kekurangan hamba Tuhan. Perkuliahan pertama dimulai pada 11 Mei 1987 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan jumlah mahasiswa awal sekitar 60 orang yang terdiri dari program Diploma dan Sarjana.

Foto Sejarah
Foto Sejarah pada Tahun 1989

1989 - 1990

SETIA kemudian menempati tempat sementara yang kedua yaitu di daerah Sunter Jaya. Pada masa ini, SETIA mulai menunjukkan perkembangan yang lebih terarah dalam pelayanan pendidikan teologi. Meskipun fasilitas yang tersedia masih terbatas dan bersifat sementara, semangat para pendiri, dosen, dan mahasiswa tetap kuat dalam membangun komunitas akademik yang berakar pada kebenaran Firman Tuhan. Di lokasi ini, kegiatan perkuliahan, pembinaan rohani, serta penguatan visi misi lembaga terus berlangsung dengan tekun. Masa di Sunter Jaya menjadi periode penting dalam perjalanan awal SETIA, karena di tengah berbagai keterbatasan, lembaga ini semakin meneguhkan identitasnya sebagai institusi pendidikan teologi Injili yang berkomitmen mempersiapkan pelayan-pelayan Tuhan yang setia, berintegritas, dan siap melayani gereja serta masyarakat.

1990 - 1991

Namun tempat di situ bukanlah tempat yang akhirnya diyakini sebagai lokasi yang Tuhan sediakan bagi perkembangan pelayanan SETIA. Oleh karena itu, pada tahun 1990 SETIA kembali melangkah dalam iman dengan berpindah ke Gedong Panjang. Perpindahan ini menjadi bagian dari perjalanan iman dan pergumulan lembaga dalam mencari tempat yang lebih sesuai untuk mengembangkan pelayanan pendidikan teologi. Di Gedong Panjang, SETIA mulai menata kembali kegiatan akademik, pembinaan rohani, serta kehidupan komunitas mahasiswa dengan semangat yang semakin kuat. Masa ini menandai tahap baru dalam pertumbuhan SETIA, di mana lembaga ini terus memperkuat panggilannya sebagai pusat pembinaan teologi Injili yang berkomitmen pada pengajaran Alkitab, pembentukan karakter hamba Tuhan, serta persiapan pelayan-pelayan gereja yang siap diutus melayani di berbagai daerah di Indonesia.

Foto Tahun 1990 JPEG

1992-2008

Dari utara ke timur Jakarta

Pada tahun 1992, perjalanan SETIA kembali memasuki babak baru ketika lembaga ini berpindah dari wilayah utara Jakarta menuju kawasan timur Jakarta, tepatnya di Kampung Pulo-Halim Jakarta Timur. Di tempat inilah kehidupan akademik dan pembinaan rohani berlangsung dengan penuh semangat. Selama 16 tahun menempati tersebut SETIA mendirikan 2 program yang bisa melengkapi mahasiswa teologi: PGSD dan AKPER. Kerjasama dengan Misi Belanda juga terjalin menguatkan ciri teologi Reformed yang semakin kuat. Hampir 1000an mahasiswa kuliah di kampus dengan 7 asrama dan puluhan dosen dan staff pendidikan saat itu. Namun perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus…

2008 - 2011

Dinamika SETIA

Periode 2008–2011 menjadi salah satu fase paling dinamis dan penuh pergumulan dalam sejarah perjalanan SETIA. Setelah terpaksa meninggalkan kampus di Kampung Pulo akibat tekanan dan konflik yang terjadi dengan masyarakat sekitar. Komunitas akademik SETIA harus menjalani masa-masa sulit berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam situasi yang serba terbatas, kegiatan perkuliahan, pembinaan rohani, serta kehidupan komunitas mahasiswa tetap dijalankan dengan ketekunan dan iman. Selama masa ini, SETIA sempat menempati beberapa lokasi pengungsian, seperti Buperta Cibubur, Transito Kalimalang, hingga Kantor Eks Wali Kota Jakarta Barat sampai menyewa sebuh gedung di daerah Daan Mogot. Perpindahan demi perpindahan menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi, namun justru dalam keadaan tersebut solidaritas, keteguhan iman, dan panggilan pelayanan semakin diperteguh di antara para dosen, mahasiswa, dan pimpinan lembaga. Masa 2008–2011 akhirnya menjadi periode yang membentuk karakter SETIA sebagai lembaga pendidikan teologi yang tidak hanya bertumbuh melalui stabilitas, tetapi juga melalui penderitaan, ketekunan, dan keyakinan akan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah perjalanan pelayanannya.

2011

Graha Yesyurun

Pada tahun 2011, sebuah babak baru dalam perjalanan Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA) dimulai melalui peristiwa yang dipahami sebagai anugerah dan penyertaan Tuhan. Setelah melewati masa-masa pergumulan dan perpindahan tempat selama beberapa tahun, SETIA akhirnya memperoleh sebuah lokasi yang lebih tetap di wilayah perbatasan DKI Jakarta dan Banten, tepatnya di kawasan Daan Mogot. Tempat ini kemudian dikenal sebagai Graha Yesyurun, yang menjadi simbol pemulihan, harapan, dan kelanjutan pelayanan pendidikan teologi yang telah diperjuangkan dengan penuh iman. Di lokasi ini, SETIA mulai menata kembali kehidupan akademik, membangun kembali fasilitas pembelajaran, serta memperkuat komunitas rohani yang sempat terpecah akibat berbagai perpindahan sebelumnya. Grha Yesyurun bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan perkuliahan, tetapi juga menjadi tanda nyata bahwa di tengah berbagai tantangan dan penderitaan yang pernah dialami, Tuhan tetap memelihara dan menuntun perjalanan SETIA untuk terus melaksanakan panggilannya dalam mempersiapkan para hamba Tuhan yang setia melayani gereja dan bangsa di berbagai penjuru Indonesia.

2012

25 tahun STT SETIA

Setelah satu tahun menempati Grha Yesyurun sebagai pusat kegiatan akademik dan pembinaan rohani, pada tahun 2012 Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA) memasuki tonggak penting dalam sejarah pelayanannya, yaitu perayaan Usia Perak 25 tahun. Perjalanan seperempat abad ini menjadi momentum refleksi atas penyertaan Tuhan yang nyata sejak awal berdirinya hingga melewati berbagai dinamika, pergumulan, dan tantangan yang tidak mudah. Dari masa perintisan dengan fasilitas yang sangat sederhana, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, hingga pengalaman penganiayaan dan pengungsian, SETIA tetap berdiri teguh dalam panggilannya untuk mendidik dan mempersiapkan hamba-hamba Tuhan bagi gereja dan bangsa. Perayaan Usia Perak ini bukan sekadar penanda usia lembaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali kesetiaan Tuhan dalam memelihara pelayanan SETIA serta memperbarui komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan teologi Injili yang berakar pada kebenaran Firman Tuhan, membangun karakter pelayan Kristus, dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia yang masih membutuhkan pelayanan Injil

2026

Pada tahun 2026, perjalanan pelayanan Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA) terus berlanjut sebagai bagian dari warisan iman yang telah dibangun selama puluhan tahun. Setelah memasuki masa emeritus kepemimpinan Dr. Matheus Mangentang, SETIA melangkah ke fase baru dengan tetap berpegang pada visi awalnya, yaitu mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang setia, berkarakter Kristus, dan siap melayani di berbagai konteks pelayanan di Indonesia. Dengan jaringan gereja, sekolah teologi, dan lembaga pendidikan yang telah dirintis sebelumnya, SETIA terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan teologi, memperluas jangkauan pelayanan, serta membangun generasi pelayan Tuhan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan dasar kebenaran Firman Tuhan. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang dimulai dengan iman, kesederhanaan, dan ketekunan dapat terus berkembang sebagai bagian dari karya Tuhan bagi gereja dan bangsa.

VISI

Menjadi institusi pendidikan Teologi yang unggul untuk melahirkan pemimpin gereja dan pendidik profesional yang berkontribusi bagi pengembangan pelayanan pedesaan

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran Teologi dan Pendidikan Agman Kristen bagi pegembangan pelayanan pedesaan.
  2. Melaksanakan riset dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang inovatif dan kreatif dalam meningkatkan pelayanan pedesaan.
  3. Melakukan pengabdian kepada masyarakat bagi peningkatan pelayanan pedesaan.

FALSAFAH PENDIDIKAN

Filsafat pendidikan dan pembinaan di sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar ( SETIA ) mengacu kepada arti dari mana “ Aras” dan “ Tamar ( Korma )”, tercantum dalam Maazmur 92 : 13-16 dan nama “ Setia” pada wahyu 2: 10b.

1. Aras
Pohon aras sangat terkenal dan sangat dikenal di palestina sebagai pohon yang kuat. Karena kuatnya maka dipakai sebagai bahan bagi bangunan rumah dan kapal. Pohon ini juga rindang dan tinggi, karena itu banyak burung-bunrung diudara bersarang dan tinggal, juga banyak binatangdatang berteduh. Oleh karena itu pohon aras dipakai sebagai bahan utama/ bahan baku membanguan Bait Allah (Rumah Tuhan- Tiang Bait Allah). Ada sejenis pohon aras yang kulitnya harum, karena itu digunakan sebagai bahan dupa persembahan ukupan di bait Allah. Diharapkan setiap mahasiswa, alumni, staf dan dosen SETIA menjadi tiang-tiang penopang dan pembangnan Gereja gereja Tuhan di Indonesia dengan berdiri kokoh, kuat, dan missioner. Gembala-gembala dan penginjil-penginjil yang disenagi orang banyak karena menemukan di dalam orang ini kelegaan, kenyamanan yang sejati.

2. Tamar/Korma
Pohon ini mempunyai keunikan yang terletak pada batang dan akarnya. Keunukan batang dan akarnya itulah, maka pohon Tamar/Korma memiliki ciri khasnya tersendiri. Batang Tamar/Korma selalu berair. Karena itu ia tahan terhadap panas terik matahari. Akarnya selalu merambat kesegala arah. Sehingga ia tahan terhadap badai angin kencang dan topan melanda. Dari ciri khasnya inilah ,maka satu-satunya tumbuh yang bertahan hidup ditengah gurun pasir hanya “Pohon Korma”. Pohon lain mati, pohon korma tetap hidup. Akarnya yang selalu merambat kebawah,kesamping dan tak akan berhenti sebelum mendapatkan air. Ciri khas pohon tamar/korma yang agung ialah ia selalu menyimpan air ditengah akarnya dan ditengah batangnya. Karena itu para kaum musafir di padang gurun senantiasa merindukan/mendambakan pohon tamar/korma karena dimana ada korma disana ada air atau kehidupan. Tujuh puluh pohon tamar/korma dan dua belas mata air dimana menghidupkan kurang lebih tiga juta orang Israel yang keluar dari mesir dibawah pimpinan Tuhan. Di sinilah letak kekuatan, kelebihan, keunikan, keindahan dari pohon Tamar/korma dibandingkan pohon-pohon lain.

3. SETIA
Perintah Tuhan Yesus kepada Jemaat smirna ditengah perjuangan dan cobaan yang berat.” Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku (YESUS) akan mengarunikan mahkota kehidupan” (Wahyu 2: 10b). Dari pemahaman arti nama tersebut diharapkan kepada setiap mahasiswa SETIA yang dididik dan dibina akan menjadi : disenagai orang banyak karena menemukan di dalam orang ini kelegaan, kenyamanan, dan keamanan yang sejati.

i. Hamba Tuhan yang kokoh dan kuat dalam prngajaran Rasuli (Alkitab) serta teguh berpengan padaa doktrin-doktrin injil sepanjang masa.

ii. Hamba Tuhan yang cakap dan handal merintis gereja baru (sebagai hasil PI), mendewasakanya dalam pengajaran yang sehat sehingga menjadi gereja yang kuat/kokoh dalam pengajaran Alkitabiah dan menjadi Gereja yang missioner.

iii. Hamba Tuha yang senantiasa mencari bimbingan Tuhan melalui studi sistematis Alkitab dab terus menerus akan hidup dalam hubungan yang harmonis dan intim dengan Roh Kudus.

iv. Hamba Tuha yang mempunyai integrasi diri sebagai hamba Tuhan di mana ia memiliki kesetiaan dan ketabahan dalam pelayanan, tegas, jujur, rajin, dan tekun serta sabar dalam melayani sesamanya tanpa pamrih seumur hidupnya.

v. Hamba Tuhan yang elok dalam moral dan kesopanan serta mempunyai etika yang tinggi, sehingga dimanapun ia berada ia selalu menyenangkan orang, karena itu ia senantiasa diperlukan dan dibutuhkan. Seluruh hamba Tuhan yang dihasilkan SETIA dapat berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus (gereja) dan perluasan pekerjaan-Nya di Indonesia, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang dan membawa keharuman untuk kemuliaan nama Tuha Yesus Kristus (Rm.12:12; Mat. 28:19-20).

YAYASAN

Sejak tahun 1994, SETIA berada di bawah naungan Yayasan Bina Setia Indonesia (YBSI) yang didirikan oleh, Dr. Matheus Mangentang. Pada tanggal 18 Maret 2014, berdasarkan musyawarah mufakat YBSI dibubarkan melalui pemungutan suara (voting) oleh para pembina. Tanggal 7 April 2014, sesuai arahan dari Pembina YBSI (DL) melalui Tim Likuidasi, memberikan mandat kepada Dr. Matheus Mangentang untuk mendirikan ‘Yayasan Baru’ untuk menaungi sekolah-sekolah tinggi SETIA yang dulu berada di bawah naungan YBSI.

Berdasarkan mandat tersebut, Dr. Matheus Mangentang dengan beberapa Pemina yang dulu di YBSI sepakat membentuk yayasan baru yakni Yayasan Setia Arastamar Bagi Bapa Sorgawi (SABAS) pada tanggal 26 Mei 2014, No 56, dengan Notaris Edward Suharjo Wiryomartani, S.H.,M.Ken, beralamat di Jl. Kopi, No. 15, Jakarta Barat 11230, sebagai pengganti YBSI (DL) yang sudah dilikuidasi.

YASABAS sudah terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Nomor AHU-02160.50.10.2014, tanggal 4 Juni 2014. Dengan demikian, seluruh sekolah-sekolah Tinggi yang dulu berada di bawah YBSI (DL), sekarang sah berada di bawah naungan Yayasan SABAS.

PENGAKUAN IMAN

Kami percaya kepada Allah satu-satunya Allah yang hidup dan benar, yang kekal dan yang kebenaranya bergantung pada dirinya sendiri, yang melampaui dan mendahului semua ciptaan, yang dalam kekekalalanNya ada didalam tiga pribadi: Bapa, putra, dan Roh Kudus, yaitu Allah yang Esa, yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan oleh FirmaNya yang berkuasa, yang menopang dan memerintah segala sesuatu yang telah diciptakanNya serta menggenapi ketetapan-ketetapanNya yang kekal.

ALKITAB

  • Kami percaya bahwa Alkitab perjanjian lama dan perjanjian Baru adalah pernyataan Allah yang sempurna yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada para penulisanya dan kearah itu adalah benar tanpa salah dalam naskah aslinya. Alkitab menyatakan di dalamnya kesaksiian Roh Kudus, dan merupakan wibawa tungal dan mutlak bagi iman dan kehidupan, baik untukperseorangan, gereja maupun masyarakat. Kami percaya bahwa Alkitab tidak bersalah dalam segala hal yang diajarkanya,termasuk hal-hal yang menyangkut sejarah dan ilmu.

MANUSIA

  • Kami percaya bahwa manusia telah diciptakan secara unik menurut rupa Allah, diciptakan dengan kekudusan, keadilan dan pengenalah sejati ; Dia diperinthkan satunya juruselamat manusia: yang telah dikandung  dari Roh Kudus, lahir dari ankak darah maria, hidup tanpa dosa, disalibkan,mati dan bangkit dari kematian, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk bersyafaat bagi umatNya sebagai umat besar yang berhasil dan penuh pengertian, bahwa dia akan kembali dalam tubuh kemulianya secara kasat mata dan tiba-tiba untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

ROH KUDUS

  • Kami percaya kepada Roh Kudus , pribadi Ketiga Allah triungal , Pengilhaman ilahi Alkitab yang mengnsafkan manusia akan dosa merekamelalui FirmanNya. Kristus untuk keselamatan; Dia memperlengkapi orang beriman dengan  kuasa untukmenaati hukum-hukum Allah ; Dia mengaruniakan kepda gereja Yesus Kristus karunia-karunia untuk pelayanan orang-orang kudus ; Dia bersyafaat bagi orang beriman dengan keluh kesah yang takterucapkan untuk sampai hari pemulaah umat Allah.
  •  

GEREJA DAN MISI

  • Kami percaya akansatu gereja yang kudus dan Am,yang terdiri dari seluruh umat pilihan Allah  dari segala Zaman dan yang sebagainya